Jumat, 12 Desember 2014

Dampak Bermain Game Online

Game online adalah suatu jenis permainan komputer yang memanfaatkan jaringan internet, game online dapat diakses secara langsung dari sistem perusahaan kepada penikmat game melalui jaringan internet, dapat dimainkan bersama dan berkomunikasi secara langsung sesama player dalam game yang sama. Game online yang sederhana dan yang terumit pun tersedia dan gampang untuk didapatkan. Kecuali bila harus membeli user dan tentunya game online dapat dikateorikan dalam dunia maya. Dapat ditemui disekitar kita warung internet khusus game online yang kadang disebut warnet game. Dan terkadang dipasang poster-poster game yang sedang naik daun pada zaman sekarang.


Sebelum kita menulusuri dampak positif bermain game, mari kita ulas beberapa dampak negatif maen game online untuk semua kalangan :

1. Berkurangnya Sosialisasi

Game online membuat kecanduan karena dalam game dituntut untuk melakukan banyak hal agar tidak tertinggal dengan orang lain, dengan tuntutan semua itu anak biasanya lebih menyita waktu depan game yang dia sukai, dan akibatnya tidak ada rasa ingin bermain dengan anak-anak lain dan hanya menikmati kesendirian depan game tersebut. Hal ini dapat berakibat negatif bagi pergaulannya

2. Sulit Berkonsentrasi

Untuk anak yang mengalami kecanduan game online, membuat mereka susah berkonsentrasi dalam pelajaran. Hal ini disebabkan fikirannnya selalu ingin bermain game dan ingin segera pulang bermain game bersama teman-teman gamenya. Hal ini tentu berdampak buruk bagi masa depan anak. Kecanduan game online pun memiliki tahap yang bervariasi. Kurangnya perhatian dari keluarga membuat seorang anak lebih gampang terjun dan menikmati bermain game.
3. Sulit Berekspresi dan Berinteraksi
Dengan terbiasa berinteraksi satu arah yaitu depan monitor saja, membuat anak sulit berinteraksi dan akan menemukan waktu sulit untuk mengekspresikan diri sendiri, dengan otak anak yang terkenal sangat lincah, aktif, dan penuh ekplorasi sedikit demi sedikit akan tumpul bila kehidupannya hanya dalam satu ruangan saja karena interaksi sosial juga meningkatkan kepintaran anak.
4. Lupa Segala Hal
Terkadang anak tidak tahu dampak kekurangan makan, minum, dan kekurangan olahraga dapat menyebabkan badan mudah terkena penyakit tetapi bisa saja orang tersebut doyan makan, tetap saja kurangnya aktivitas yang dilakukan tubuh berdampak kurang bugar di masa depannya karena kurang lancarnya metabolisme tubuh. Radiasi yang dipancarkan monitor juga dapat merusak mata dan juga saraf, hal ini terbukti sering ditemui pemain games yang sering menggunakan kacamata.
Adapun dampak positif dari bermain game online :

1. Lebih Berkonsentrasi

Karena dalam dunia game menemukan hal baru, anak dapat secara tidak langsung mengkondisikan dirinya untuk mengetahui keadaan sekitar, dan beberapa game menuntut untuk berkonsentrasi, artinya anak dapat berkonsentrasi pada satu hal yang menurut dia menarik. Bermain game sekitar 20 menit sebelum belajar dapat memancing konsentrasi dalam belajar.

 2. Berkembangnya Kemampuan
Dilakukan penelitian di Amerika Serikat, New York bahwa anak yang sudah mengetahui strategi dalam game dapat meningkatkan daya kemampuan berkembang dalam Matematika, pemecahan masalah, dan kemampuan membaca terlebih lagi bila game yang biasa dimainkan berbahasa inggris.
3. Mengalihkan Perhatian
Tips untuk seseorang yang ingin berhenti dari kecanduan game online penuhi kegiatan agar tidak ingat terus dengan game online, pengawasan orang tua lebih penting bila anak mulai ingin terjun pada game, niat yang kuat untuk berhenti, dan lain sebagainya.Bagi anak yang mengalami perawatan seperti kemoterapi dapat mengalihkan rasa sakit dengan bermain game, tensi darahpun dapat menurun. Dengan tuntutan tangan yang lihai dalam bermain game dapat melancarkan tangan agar tetap lincah terutama bila anak tersebut sedang mengalami cedera tangan.
Sumber :
.

Ahok Vs FPI

Salah satu berita paling seru dan menjadi “trending topics” di Indonesia adalah perseteruan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang merupakan Plt.Gubernur DKI Jakarta dengan FPI (Front Pembela Islam) sebagai ormas yang terus menerus berusaha melengserkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Keduanya sama-sama mempunyai pendukung,tetapi pendukung FPI lebih sering pamer kekuatan dengan turun ke jalan unjuk rasa menentang Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pendukung Ahok lebih bersikap “silent” dan rata-rata adalah masyarakat yang selama ini membenci sepak terjang FPI. Belum pernah ada Lembaga Survei yang melakukan survei tentang besarnya dukungan Ahok atau FPI untuk kasus perseteruan mereka,namun mengingat sejarah FPI yang seringkali membuat sebagian masyarakat Islam juga malu atas sepak terjang mereka,ditambah dengan orang-orang yang selama ini melihat Ahok sebagai salah satu Pejabat Negara yang “bersih” dan terkenal serta saat ini cukup sulit untuk mencari orang seperti Ahok ini,maka bisa di estimasi pendukung Ahok lebih besar dari pendukung FPI.

Oleh karena itu,nasehat yang seringkali di tujukan kepada Ahok untuk “cool down” dan merangkul FPI yang bagaimanapun sebagian dari anggotanya juga merupakan “warga” dari DKI Jakarta tidak cukup mempan untuk dilaksanakan oleh Ahok. Pilihan untuk menentang FPI dan bahkan membubarkan FPI dari Ahok dianggap oleh sebagian besar orang adalah sebuah keberanian luar biasa. Mungkin Ahok adalah satu-satunya pejabat negara di negeri ini yang berani menentang dan meminta membubarkan keberadaan FPI tersebut. Sikap Ahok bukan tanpa alasan kuat,sebab secara politis dukungan yang diperoleh Ahok memang luar biasa besar. Penentang Ahok,baik yang diam-diam maupun terang-terangan dianggap oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah dari golongan “hitam” yang selama ini mengambil keuntungan buat pribadi/kelompoknya sendiri serta dianggap tidak bersih secara moral dan materi yang diperolehnya. Imej Ahok yang bersih secara moral dan materi sudah cukup kuat secara politis untuk menghadapi penentangnya,termasuk FPI.
FPI pun sebenarnya segan atau “takut” untuk berbuat keonaran,apalagi melakukan tindakan yang dapat membahayakan keamanan negara melalui kerusuhan rasial seperti Mei 1998,walaupun pernyataan-pernyataan rasis demo FPI memancing kearah sana. FPI dan orang-orang kuat yang selama ini menjadi “backing” nya juga pasti diperkirakan sedang mengukur kekuatan dan menanti momen yang tepat ; Hal ini bisa terlihat dari tindakan FPI yang terus menerus akan unjuk rasa selama Ahok menjadi Gubernur sampai benar-benar lengser,ini sama saja sebuah strategi mencari dan mengulur waktu yang tepat untuk memulai sebuah tindakan besar. Kekuatan TNI dan aparat kepolisian menjadi kunci menghadapi strategi ini,sebab sebuah kelengahan dan perpecahan di tubuh institusi tersebut akan menimbulkan bencana besar di negeri ini seperti peristiwa Mei 1998.

Tentu saja Ahok dan pendukungnya tahu persis bahwa di alam demokrasi sekarang ini,sulit bagi sebuah organisasi masyarakat atau sekelompok orang untuk berlaku anarkis bahkan bersikap rasialis ; Perang “okol” tidak lagi menjadi tren seperti di era Orba,sebab mereka akan berhadapan dengan aparat TNI dan POLRI yang saat ini sudah berubah bukan menjadi kekuatan penguasa atau kelompok tertentu,tetapi lebih menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Perang di dunia maya dengan teknologi serta menjaga imej yang benar dan bersih lebih mudah meraih pendukung daripada berkoar-koar dan bahkan menghasut massa di jalan. Oleh karena itu demo FPI hanya dipandang sebelah mata oleh Ahok,semakin hari akan semakin bertambah emosi dari massa pendukung FPI yang pada akhirnya justru akan memudahkan mereka diperkarakan karena telah mengganggu ketertiban masyarakat dan menghasut massa dengan pernyataan-pernyataannya yang rasis.

Ahok tidak mungkin akan merangkul FPI selama tokoh-tokohnya berlaku rasis terhadap dirinya (dan juga pendukungnya) ; Selama rasialisme menjadi isu untuk mendongkel Ahok,maka itu sudah mengundang kebencian baru bagi FPI dan para pendukungnya. Tetapi bila FPI lebih fokus kepada tindakan Ahok yang tidak benar secara konstitusi,maka dipastikan Ahok akan berjalan seperti halnya para pejabat negara yang selama ini memimpin negeri ini,yaitu berusaha merangkul semua kelompok supaya dirinya tidak terdongkel,karena konstitusi memang menjadi pegangan Ahok dalam hidup bernegara dan berbangsa,bukan sikap rasialis dan munafik yang memang dibenci oleh orang beragama.

Sumber :
http://politik.kompasiana.com/2014/11/12/perseteruan-ahok-vs-fpi-686043.html

Kamis, 20 November 2014

Harapan Untuk Jokowi

Terpilihnya Jokowi sebagai Presiden Indonesia yang baru tentunya memberikan harapan tersendiri bagi rakyat Indonesia. Seperti rakyat kebanyakan pastinya saya sangat mengharapkan yang terbaik dari jokowi untuk melakukan yang terbaik untuk rakyat Indonesia.

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur, itulah tujuan besar yang harus diwujudkan oleh Jokowi dan seluruh aparat pemerintah yang telah diberi kepercayaan oleh rakyat

Semoga kedepannya indonesia dibawah pimpinannya menjadi lebih baik, hal-hal seperti korupsi, kemacetan yang ada saat ini semoga cepat teratasi dan tidak terjadi lagi.
Saya kira itu saja harapan saya pada beliau semoga bisa tercapai sesegera mungkin.

Rabu, 19 November 2014

Komentar Tentang Perbedaan Peringkat

Saya menempatkan Kepemimpinan pada peringkat pertama, sedangkan survei dikelas ada di peringkat dua yang berarti tidak berbeda terlalu jauh. Karena menurut saya kepempinan adalah sifat yang harus dimiliki bagi seorang manajer.

Diposisi kedua saya menempatkan Kemampuan Analisis, terdapat perbedaan yang cukup jauh karena survey di kelas berada di peringkat keenam. Karena menurut saya manajer yang baik harus memiliki kemampuan menganalisa yang baik agar perusahaan yang dipimpinnya melakukan langkah yang tepat.

Posisi Ketiga saya menempatkan Kemampuan Bekerja Sama, Karena sepandai apapun manajer bila tidak memiliki kemampuan bekerja sama yang baik tidak akan bisa menjalin hubungan yang baik dengan bawahannya.

Di posisi keempat saya menempatkan sifat bertanggung jawab, karena ini juga salah satu sifat yang wajib dimiliki seorang manajer.

Disiplin. Disiplin waktu, disiplin terhadap peraturan-peraturan yang ada. Manajer yang disiplin akan memberikan contoh yang baik kepada bawahannya agar mematuhi peraturan yang ada.

Kejujuran juga salah satu sifat yang harus dimiliki seorang manajer yang baik. Pemimpin yang jujur akan selalu mendapat kepercayaan dari bawahannya.

Kemampuan Interpersonal melibatkan hubungan manusia, atau kemampuan manajer untuk berinteraksi secara efektif dengan anggota organisasi. Komunikasi adalah bagian paling penting dari keterampilan interpersonal, dan ketidakmampuan untuk berkomunikasi secara efektif dapat mencegah kemajuan karir bagi para manajer. 

Kemampuan Berkomunikasi. Seorang manajer harus memiliki sifat ini, karena dengan memiliki sifat tersebut manajer dapat dengan mudah memimpin perusahaannya. Dengan adanya komunikasi yang baik antar bagian diperusahaan itu membuat kondisi diperusahaan akan lebih kondusif dan nyaman untuk semua perkeja yang ada.

Kreatifitas. Kreatifitas dari seorang manajer sangat diperlakan oleh perusahaan. Tingkat kreativitas ini sepertinya dapat menentukan sampai pada tahapan mana perusahaan bisa berhasil. 





Selasa, 18 November 2014

Komentar Tentang Pelantikan Jokowi



Komentar :

Pelantikan Jokowi sebagai Presiden dan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Indonesia menjadi perhatian besar, bukan hanya di Indonesia bahkan di dunia.
 Dunia luar makin tertarik menyaksikan upacara pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla seiring hadirnya pesta rakyat yang mengiringi prosesi kenegaraan tersebut.

Beberapa hari sebelum pelantikan dilakukan, mereka sudah ramai memberitakan uniknya pesta rakyat menyambut Presiden Jokowi.

Pelantikan Jokowi ini juga di hadiri beberapa tokoh penting dunia seperti Perdana menteri malaysia Najib Razak, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, Tonny Abbott Perdana Menteri Australia, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan juga Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.



Sumber :
http://nefosnews.com/post/internasional/pelantikan-presiden-jokowi-dunia-jadi-saksi



Android Kitkat Vs Lolipop

Nofifikasi

Pemberitahuan adalah salah satu yang dirombak habis-habisan oleh Google di Android 5.0 Lolipop. Tampilan notifikasi meminimalisasi lockscreen.
Pengguna Android Lolipop dapat melihat pesan yang masuk secara langsung. Bahkan sebelum membuka kunci pada perangkat, pengguna bisa membalas pesan tersebut.

Android Lolipop juga memiliki modus “do not disturb” seperti yang ada di iOS. Modus ini mengizinkan penggunanya mendapatkan pemberitahuan berdasarkan kontak yang dipilih, sehingga tidak akan mengganggu manakala ponsel terus berdengung dengan pemberihuan email atau pesan yang tidak diinginkan. 

Di Android KitKat, meski mode itu ada, tetapi belum optimal. Sehingga versi Android baru ini lebih ditingkatkan kemampuan mode tersebut.

Material Design
Perubahan yang paling jelas dari Android 5.0 Lolipop adalah pada tampilan visual. Google telah bekerja untuk mendapatkan "Material Design" baru selama berbulan-bulan, yang diklaim memiliki nilai estetika tinggi.

Android KitKat belum memenuhi standar material design tersebut. kerenanya, Google berharap material design yang baru ini mampu menghapuskan rasa bersalah mereka.

Tampilan yang estetis itu dapat dirasakan saat melihatnya dalam keadaan flat dan 3D. Material Design mereflesikannya tampilan itu dengan garis-garis tebal yang bersih. Selain itu warnanya juga mampu bertransformasi (berubah-ubah) dengan animasi yang menyenangkan.

Selain itu, yang paling terbaik adalah, pengguna dimungkinkan merasakan kedalaman dibekalang desain antaramuka (UI). Tampilan yang menyenangkan itu juga diadopsi pada ikon aplikasi, font, dan interface untuk elemen yang sederhana seperti tombol navigasi baru dan ikon bar notifikasi.

Perubahan tidak hanya terjadi pada aspek visual, tetapi juga menyentuh ranah lain seperti fitur perintah suara “OK Google”.

Sumber :
http://techno.okezone.com/read/2014/10/16/57/1052921/android-lolipop-versus-android-kitkat

Kemampuan Bangsa Indonesia Dalam Mengembangkan Teknologi

             Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di indonesia berkembang dari tahun ke tahun sejak indonesia masih dalam penjajahan Belanda. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia pada masa penjajahan dipelopori dan diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Pada waktu itu masyarakat diperkenalkan pada persenjataan modern baik yang ringan maupun yang berat. Teknologi lain yang diperlihatkan dan digunakan oleh Belanda berupa kendaraan tempur dan alat-alat transportasi lainnya. Teknologi-teknologi tersebut berasal dari negara-negara di Eropa. Kemudian pemerintah kolonial Belanda menanamkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendidikan di sekolah-sekolah maupun dengan cara penggunaan secara langsung kepada masyarakat di indonesia.
Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dari barat di Indonesia membawa dampak bagi kemajuan negara Indonesia. Masyarakat Indonesia mulai melakukan pergerkan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di samping itu penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia juga membawa dampak bagi semangat juang bangsa Indonesia. Mereka memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk mencari informasi-informasi terkini mengenai keadaan dunia. Oleh karena itu masyarakat Indonesia benar-benar terbantu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
             Pada masa kolonial perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi belum begitu maksimal. Pemerintah koloniallah yang menjadi penyebab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia. Pemerintah kolonial menghalangi akses-akses masuknya ilmu pengetahuan dan teknologi dari barat ke Indonesia. Mereka juga melakukan pelarangan terhadap pendidikan bagi masyarakat Indonesia untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Akibatnya indonesia tertinggal jauh dengan negara-negara di sekitarnya. Secara keseluruhan penyebab lain dari ketertinggalan Indonesia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebagai berikut :
a. Terbatasnya jumlah orang Indonesia yang mendapat pendidikan terutama pendidikan tinggi
b. Masyarakat Indonesia jarang terlibat langsung dalam pengembangan iptek
c. Pemerintah Belanda dan perusahaan-perusahaan yang berada di indonesia untuk melakukan alih teknologi.
d. Minimnya industrialisasi.
e. Kurangnya inovasi teknologi yang berarti di dalam masyarakat indonesia sendiri.
Setelah merdeka, perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi berkembang pesat di Indonesia. Hal ini didorong dengan terbukanya akses-akses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat di Indonesia. Kemerdekaan menciptakan keadilan dalam mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat di Indonesia. Mereka mempelajari sedikit demi sedikit di sekolah-sekolah yang sudah dibuka untuk semua kalangan masyarakat Indonesia. Dengan bekal pengetahuan ini kemudian masyarakat Indonesia melakukan berbagai inovasi dan eksperimen ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Pembangunan bidang iptek pada PJPT II merupakan kesinambungan perluasan dari PJPT I. Menurut GBHN 1993 sasaran pembangunan ekonomi PJPT II adalah sebagai berikut:
  1. Tercapainya kemampuan nasional dalam pemanfaatan, pengembangan, dan penguasaan iptek yang dibutuhkan bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan, peradaban, ketangguhan, dan daya saing bangsa.
  2. Terpacunya pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan menuju masyarakat yang berkualitas, maju, mandiri, dan sejahtera yang dilandasi nilai-nilai spiritual, moral dan etik berdasarkan nilai luhur bangsa serta nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Untuk mencapai sasaran tersebut, maka arah pembangunan iptek adalah sebagai berikut:
  1. Pemanfaatan pengembangan dan penguasaannya dapat mempercepat proses pembaharuan.
  2. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
  3. Memperluas lapangan kerja.
  4. Meningkatkan kualitas harkat dan martabat bangsa serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Sedangkan kebijaksanaan iptek dalam Pelita VI pada PJPT II ada 5 sektor sebagai berikut.
1.      Teknik Produksi : Yaitu keseluruhan unsur yang turut berperan dalam kegiatan manusia yang menghasilkan barang dan jasa.
2.      Sektor Teknologi : Yaitu kemampuan teknologi dan rekayasa yang mendasari kemampuan bangsa Indonesia dalam melakukan inovasi.
3.      Sektor Ilmu Pengetahuan Terapan : Yaitu Ilmu pengetahun yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
4.      Sektor Ilmu Pengetahuan Dasar : Yaitu ilmu pengetahuan yang menjadi landasan bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam, Sosial, Humaniora, dan mendukung mutu SDM.
5.      Sektor Kelembagaan Iptek L: Yaitu iptek yang diarahkan untuk meningkatkan SDM agar lebih produktif, kreatif, dan inovatif.
Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia setelah merdeka terbagi menjadi dua dekade. Pada dekade pertama, yaitu tahun 1945-1960, bangsa indonesia mulai mengerti arti teknologi produksi, walaupun masih dalam tingkat pasif dan penuh ketergantunga pada pihak luar negeri. Hasil dari pengenalan ilmu pengenalan teknologi untuk pertama kali yaitu pembangunan pabrik semen di Gresik, pabrik kertas di blabak (Magelang),pabrik gelas, dan kosmetik di Surabaya di pertengahan dekade 1950an. Pada dekade ke-2 yaitu pada tahun 1976 dengan mendirikan pabrik pesawat terbang di Bandung yang di beri nama industri pesawat terbang NUR TANIO (IPTN) yang menggunakan teknologi yang lebih canggih lagi. Teknologi dari pabrik pesawat terbang ini mengacuh pada teknologi di Jerman.
Ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi bermanfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, di sisi lain menimbulkan dampak negatif.
Kemajuan dan Manfaat IPTEK
1.    Limbah ternak untuk pupuk (kompos).
2.    Sampah dimanfaatkan menjadi gas bio yang berguna untuk keperluan memasak, penerangan, dan tenaga gerak.
3.    Dengan detoksifikasi surya yaitu sistim pengolahan air yang terkontaminasi dengan memanfaatkan panas matahari/ultraviolet sehingga menghasilkan air yang bersih.
4.    Dalam bidang komunikasi (radio,TV, telephone, handphone, internet) sehingga penggunaan waktu lebih efisien dan cepat mendapatkan informasi.

Sumber :
http://beyarofat.wordpress.com/2014/06/19/perkembangan-dan-kemajuan-teknologi/