Jumat, 20 Maret 2015

Komentar Tentang E-Budgeting



Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menerapkan sistem penganggaran elektronik atau e-budgeting dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2014 mendatang.

"Terus terang, saya mengaku agak kecolongan dalam pengawasan APBD tahun ini, karena ada beberapa anggaran yang muncul kembali, padahal sebelumnya sudah dianggap tidak perlu dan dihapus," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Menurut Basuki, salah satu anggaran yang muncul kembali itu, yakni anggaran proyek rehabilitasi sekolah yanmembutuhkan biaya hingga mencapai kurang lebih Rp 8 miliar.

"Oleh karena itu, tahun depan rencananya kita akan terapkan e-budgeting. Saya sudah instruksikan kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI untuk mengurus sistem ini," ujar Basuki.

Dia menuturkan penerapan sistem e-budgeting tersebut dalam pengelolaan APBD DKI dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penyelewengan anggaran.

"Karena dalam sistem tersebut, ada administrator yang dapat melakukanmanagement user and database. Selain itu, admin juga memiliki akses terhadap semua user, sehingga dapat membuka sekaligus mengunci akses terhadap rencana program para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sudah diusulkan dalam APBD," tutur Basuki.

Dengan begitu, sambung dia, jika ada usulan program yang tidak mendapatkan persetujuan, maka akan dihapus dan dipastikan tidak akan muncul kembali di dalam APBD.

Selain penerapan e-budgeting, tambah dia, Pemprov DKI juga akan meminta sejumlah lembaga, diantaranya Indonesia Corruption Watch (ICW) ICW, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membantu pengawasan penggunaan anggaran di wilayah Jakarta

Komentar : 
Menurut saya, dengan diterapkannya sistem ini maka anggaran yang realisitis dan tidak masuk akal akan bisa diawasi dan ditekankan. Dengan adanya sistem ini juga permainan anggaran yang sering dilakukan antara anggota DPRD akan semakin bisa ditekan.

Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/10/18/muu3r1-dki-jakarta-akan-terapkan-ebudgeting-dalam-pengelolaan-apbd

Isu Mengapa Penulisan Ilmiah Tentang Topik Android Tidak Diperbolehkan Lagi Di Jurusan Sistem Informasi




Penulisan Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Dari definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Dari pengertian tersebut secara awal kita dapat mengenal salah satu ciri khas karya ilmiah adalah lewat bentuknya yakni tertulis, baik di buku, jurnal, majalah, surat kabar, maupun yang tersebar di internet, di samping ciri lain yang mesti dipenuhi dalam sebuah karya ilmiah.

Jadi, Menurut saya isu yang menyebutkan bahwa penulisan ilmiah dengan tema berbasis android tidak diperbolehkan lagi sangat disayangkan karena saat ini android adalah topik yang sedang hangat dibicarakan, Terlebih lagi masih banyak yang bisa dikembangkan lagi dalam pembuatan penulisan ilmiah dengan tema android,

Contoh Abstrak Dalam Karya Ilmiah

Abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan. Abstrak atau abstraksi pada penelitian adalah suatu gambaran atau bayangan yang menceritakan tentang alur dari suatu penelitian yang ditulis oleh peneliti agar para pembaca dapat memahami secara singkat inti dari penelitian tersebut. Contoh Abstrak biasanya mendeskripsikan suatu penelitian secara singkat dan sistematika yang dimulai dari nama peneliti, nomor pokok/induk mahasiswa jika si peneliti seorang mahasiswa, judul penelitian, rumusan masalah, teori-teori, metode penelitian, variabel, sumber data, hasil pengujian, dan simpulan dari hasil penelitian tersebut.

  • Contoh Abstrak - Manfaat Abstrak
Memudahkan para pembaca untuk mendapatkan informasi terbaru tentang suatu bidang yang diminati, tanpa harus membaca seluruh isi dokumen
Menghemat waktu pembaca
Melanjutkan membaca atau tidak ?
Menghindari terjadi duplikasi tulisan
Keyword : memudahkan dalam penyimpanan secara elektronis
Abstrak berisi tentang motivasi, perumusan masalah, tujuan, metode/pendekatan, serta hasil yang diharapkan. Masksimum terdiri dari 300 kata, tidak boleh menulisakan referensi dan diikuti dengan kata kunci atau keyword minimum 3 kata kunci


  • Contoh Abstrak - Cara Membuat Abstrak
Bagaimanakah cara membuat abstrak yang baik dan benar? bagaimana cara penulisannya? Hal-hal apa saja yang harus ada ketika kita membuat sebuah abstrak untuk sebuah penelitian. Berikut adalah beberapa petunjuk bagaimana sebuah abstrak itu dibuat.

  • ABSTRAK ARTIKEL ILMIAH
Tulis:
Nama penulis artikel
Judul artikel
Judul, no. Majalah, bulan dan tahun terbit, jumlah halaman
Isi abstrak
Nama pengabstrak

  • ABSTRAK LAPORAN PENELITIAN/SKRIPSI/TESIS/DISERTASI
Tulis:
Nama penulis
Judul
Tahun dan jumlah halaman
Isi abstrak memuat pokok permasalahan, tujuan dan metode penelitian, hasil penelitian, simpulan
Nama pengabstrak

  • ABSTRAK PERATURAN
Tulis:
Judul, nomor dan tahun peraturan
Isi peraturan memuat landasan filosofis dikeluarkannya peraturan, dasar hukum, isi peraturan
Catatan
Nama pengabstrak

  • TEKNIK PENULISAN ABSTRAK
Jarak ketik 1 spasi
Maksimal 250 kata
Gunakan kalimat aktif

Buang kalimat yang sifatnya memberikan keterangan pelengkap
Contohnya sebagai berikut :
ABSTRAK 

Ariesya, Miranty. 2009. Struktur Puisi Populer Karya Pendengar Radio Primadona Pontianak. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Indonesia. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tanjungpura.


Komentar :

Skripsi ini dilatar belakangi oleh kepentingan pembelajaran sastra khususnya struktur fisik yang berperan mendukung kejelasan makna puisi. Melalui kajian struktur ini, peneliti diharapkan dapat menggambarkan peran unsur-unsur fisik tersebut dalam memperjelas makna sebuah puisi yang meliputi tema, nada, dan suasana.

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semiotik.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap struktur puisi populer karya pendengar Radio Primadona Pontianak ditemukan beberapa hal yang berkenaan dengan unsur-unsur fisik seperti bunyi-bunyi yang terdapat dalam tiap larik puisi populer tidak dapat memperjelas tema, nada dan suasana, sedangkan kata dan irama yang terdapat pada puisi populer ini dapat memperjelas tema, nada, dan suasana puisi. Implementasi pembelajaran dengan puisi populer sebagai materi ajar diharapkan dapat meningkatkan minat siswa untuk mengikuti pembelajaran kemampuan bersastra. Hal ini dikarenakan, mengingat puisi populer merupakan suatu karya sastra yang banyak disenangi oleh orang-orang, karena bahasanya yang mudah dipahami dan tema-tema yang ditampilkan juga sangat dekat dengan kehidupan orang banyak, sehingga dapat dinikmati oleh banyak kalangan terutama remaja yang merupakan usia pelajar.


Sumber : 

Kelebihan HP Samsung Terakhir (Samsung Galaxy S6)

Samsung Galaxy S6 dibekali spesifikasi lebih canggih, dan memiliki fitur terbaru yang membuatnya semakin dinantikan kehadirannya. Ponsel ini siap menjadi smatphone terbaik di tahun 2015 karena memiliki sistem hardware tercepat mengandalkan processor Exynos 7420. Kabar yang beredar, Samsung tidak akan menggunakan processor Qualcomm Snapdragon 810 seperti ponel premium yang lain, dan memilih menggunakan processor buatannya sendiri, karena mereka menilai Snapdragon 810 mengalami overheating.
Keputusan mengunakan chipset dan processor buatan sendiri, menjadi langkah maju buat Samsung karena selama ini mereka selalu memilih Qualcomm sebagai chipset smartphone premiumnya, walaupun disebagian negara termasuk Indonesia Samsung lebih memilih memasarkan smatphone premiumnya dengan Chipset Samsung Exynos. Tak hanya itu saja, Galaxy S6 juga membawa desain baru yang tipis dan menggunakan material premium berbahan metal.

1. Spesifikasi Samsung Galaxy S6
Sim CardSingle Sim (Nano Sim)
Dimensi / Berat143.4 x 70.5 x 6.8 mm  / 138 g
LayarSuper AMOLED 5.1 inches 1440 x 2560 pixels (~577 ppi pixel density) + Corning Gorilla Glass 4
Memory32 GB, 64 GB, 128 GB
Kapasitas Ram3 GB
Operating SystemAndroid OS, v5.2 (Lollipop)
ProcessorExynos 7420, Quad-core 1.3 GHz Cortex-A53 & Quad-core 1.9 GHz Cortex-A57
GPUMali-T760
KonektivitasHSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat6 300/50 Mbps, Bluetooth V4.0, NFC, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, microUSB v3.0 (MHL 3 TV-out), USB Host
GPSA-GPS, GLONASS, Beidou
Kamera Belakang16 MP, 3456 x 4608 pixels, optical image stabilization, autofocus, LED flash, Video 2160p@30fps, 1080p@60fps, 720p@120fps, HDR, dual-video rec.
Kamera Depan5 MP, 1080p@30fps, dual video call
BateraiNon-removable Li-Ion 2550 mAh
Fitur- Fingerprint sensor (PayPal certified)
– Samsung Pay (Visa, MasterCard, AMEX certified)
2. Review Samsung Galaxy S6
Spesifikasi yang dibawa ponsel ini sebanding dengan Harga Samsung Galaxy S6 yang dibanderol sangat mahal. Ponsel ini memabawa desain yang berbedar dari smartphone Samsung yang lain, dengan dimensi berukuran 143.4 x 70.5 x 6.8 mm   dan bobot yang ringan membuatnya terlihat elegan dan premium karena bodynya menggunakan material metal layaknya Samsung Galaxy Alpha. Layar Samsung Galaxy S6 tetap yang terbaik saat ini, karena menggunakan teknologi Super Amoled Display pada layar berukuran 5.1 inch.
Resolusi layar yang dimiliki Samsung adalah sebesar  1440 x 2560 pixels, dengan tingkat kerapatan pixel sebesar ~577 ppi. Samsung Galaxy S6 akan menjadi smartphone dengan layar tertajam karena rata-rata smartphone berlayar Quad HD memiliki ukuran diatas 5.5 inch sehingga kerapatan pixelnya lebih rendah dari layar Samsung Galaxy S6. Untuk melindungi layar tersebut, ponsel ini juga dibekali teknologi anti gores Corning Gorilla Glass 4.
Layar lebih tajam, dan warna lebih natural menjadi kelebihan Samsung Galaxy S6 dibandingkan Galaxy S5 yang masih menggunakan layar Full HD 1080p. Sayagnya Samsung menghilangkan kemampuan tahan air dan debu pada ponsel premiumnya tersebut, karena desain yang dibawanya memang tidak memungkinakan ponsel ini memiliki fitur tahan air. Namun kekurangan tersebut dibayara dengan desain tipie dengan body logam dan bagian belakangnya dilapisi Gorilla Glass 4 yang terlihat mengkilau dan premium.
Samsung tetap mepertahankan fitur terbaiknya yaitu Fingerprint sensor sebagai fitur keamanan utama dan bisa digunakan sebagai sertifikasi pembayaran paypal. Untuk bersaing dengan Apple yang membuat metode pembayaran Apple Pay, Samsung juga merilis Samsung Pay yang bisa digunakan untuk pembayaran kartu kredit seperti Visa, dan MasterCard. Namun sepertinya fitur tersebut tidak akan berlaku di Indonesia karena masalah birokasi yang tergolong rumit dan perlu adanya kerja sama antara Bank dan Samsung.
Kemudian untuk bagian memory, sudah disediakan memory internal berkapasitas 32 GB,  64G, dan 128 GB. Samsung memang tidak menyediakan penyimpanan ekternal pada ponselnya, karena kali ini desain Galaxy S6 dibuat Unibody sehingga tidak menyisakan slot untuk menyimpan MicroSD. Sayangnya untuk ukuran memory Ram-nya masih 3GB, kalah dari Asus Zenfone 2 yang memiliki Ram berukuran 4GB, dan harganya jaul lebih murah dari Harga Samsung Galaxy S6.
Walaupun kapasitas Ram berukuran lebih kecil dari ponsel flagship dengan Ram 4GB, namun Samsung menggunakan Ram dengan teknologi terbaru yaitu LPDDR4 RAM yang diklaim lebih hemat daya dan lebih efesien performanya, berbeda dengan Ram 3GB pada umumnya yang masih menggunakan teknologi LPDDR3 yang mampu mengurangi daya baterai secara drastis apabila menjalankan game dan aplikasi secara intents.
Pada bagian software sudah terpendam sistem operasi Android Lollipop 5.0.2 yang akan terus mendapatkan update OS Android setiap tahunnya. Samsung masih mengadalkan user interface TouchWiz UI, padahal banyak orang yang sudah merasa bosan dengan tampilan user interface buatan Samsung tersebut. Semoga saja nantinya Samsung berbaik hati dengan menyediakan kustomisai tampilan icon, dan lock screen seperti UI milik Xiaomi yaitu Miui, ataupun Lenovo Vibe UI.
Sepenuhnya Samsung Galaxy S6 mengandalkan Chipset Exynos 7420 dan GPU Mali-T760 sebagai dapur pacunya. Chipset tersebut memiliki processor dengan kecepatan Octa Core perpaduan dari (Quad-core 1.3 GHz Cortex-A53 & Quad-core 1.9 GHz Cortex-A57). Processor tersebut merupakan yang tercepat saat ini, dan siap bersaing melawan chipset Qualcomm Snapdragon 810 yang akan digunakan oleh smartphone premium seperti Xiaomi Mi Note Pro, LG G4, dan HTC One M9.
Kemampuan hardware pada Samsung Galaxy S6 membuat semua orang penasaran untuk mencobanya, tapi apabila ingin mecobanya kita harus siap membayar Harga Samsung Galaxy S6 yang dibanderol terlampau sangat mahal. Walaupun harganya mahal, anda tak akan kecewa apabila beruntung bisa membeli ponsel ini karena juga didukung konektivitas mumpuni dengan jaringan internet dengan kecepatan HSPA 42.2/5.76 Mbps, dan LTE Cat6 300/50 Mbps.
Selain itu sudah disediakan banyak fitur konektivitas yang lain seperti Bluetooth V4.0, NFC, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, microUSB v3.0 (MHL 3 TV-out), dan dukungan USB Host. Semua fitur tersebut akan memudahkan anda dalam menggunakan Samsung Galaxy S6 untuk berkominikasi dan mentransfer file, sayangnya ponsel ini hanya didukung 1 buah sim card berbentuk Nano-Sim, dan kemungkinan natinya Samsung akan merilis Samsung Galaxy S6 untuk versi Dual Sim.
Yang membuat Harga Samsung Galaxy S6 mahal adalah teknologi kamera yang dibawanya. Kamera Samsung Galaxy S6 memiliki lensa lebih canggih dari Galaxy S5 karena sekarang menggunakan sensor berkekuatan 16 Megapixel, dan sudah dilengkapi teknologi OIS (optical image stabilization), phase detection autofocus, aperture F/1.9, dan LED flash. Teknologi OIS menjadi standard kamera mobile terbaik saat ini, karena mampu meningkatkan pengambilan foto low light agar tetap terang, dan mengurangi blur pada foto.
Kamera Samsung Galaxy S6 tersebut akan bersaing dengan kamera yang dimiliki smartphone Sony Xperia Z3 yang memiliki kekuatan lensa setara, sedangkan untuk perekam videonya, mampu menghasilkan video beresolusi UltraHD dengan resolusi 2160p@30fps, dan mampu merekam videp dengan mode HDR, dan dual-video recording. Kemudian untuk kamera depannya dilegnkapi kamera 5 Megapixel dengan kemampuan merekam video Full HD 1080p, dan dual video call.
3.Kesimpulan

Kelebihan 

Kekurangan

  1. Desain tipis 6.8 mm, dengan material metal
  2. Layar Quad HD berteknologi Super Amoled
  3. Konektivitas lengkap dengan LTE Cat.6 dan NFC
  4. Dapur pacu terbaik menggunakan processor Octa Core Exynos 7420
  5. Kamera utama 16 Megapixel + OIS
  6. Dilengkapi sensor sidik jari, dan metode pembayaran Samsung Pay
  1. Harga Samsung Galaxy S6 sangat mahal
  2. Tidak tahan air dan debu
  3. Baterai tidak bisa dicopot
  4. Tidak bisa mendukung microSD
Seperti yang anda lihat diatas, ada banyak kelebihan yang dimiliki Samsung Galaxy S6, hanya saja kekurangan yang dimilikinya cukup menggangu karena masih menggunakan Ram berukuran 3GB, dan Harga Samsung Galaxy S6 yang dipatok sangat mahal, sudah pasti tak semua orang akan bisa merasakan kehebatan ponsel premium Samsung tersebut, karena memang lebih ditujunkan untuk pengguna kasta premium yang rela mengeluarkan jutaan rupiah untuk membeli sebuah smartphone.




Senin, 09 Februari 2015

Akhir Perseteruan KPK dan Polri



Gempar negeri akibat perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membuat banyak pihak prihatin. Kondisi ini seakan mengulang istilah “Cicak vs Buaya” yang pernah dilontarkan Komjen Pol (Purn) Susno Duaji saat ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, medio 2012 silam.

Ketika itu, Susno menyebut KPK sebagai “cicak” yang hanya akan jadi makanan ikan arwana di akuarium yang ada di ruang kerjanya, hendak melawan Polri yang disebutnya sebagai “buaya”. Ia mengistilahkan Polri dengan sebutan “buaya” karena binatang predator itu bukanlah lawan yang seimbang bagi KPK yang dianggapnya cuma seekor “cicak”.

Faktanya, Susno Duaji yang ketika itu menyebut dan menganggap diri sebagai “buaya” pun masuk bui, setelah sang “cicak” mampu membuktikan kasus korupsi dan membongkar rekening gendut sang jenderal.

Akibat itu, Polri pun menarik semua penyidik terbaik yang ditugaskan ke KPK untuk pulang kandang dan kembali ke kesatuan Polri, setelah masa penugasan mereka berakhir. Sayangnya, banyak penyidik terbaik yang bertugas di KPK memilih “pensiun” berkarier di Polri dan bertahan di KPK untuk membongkar kasus-kasus korupsi lainnya di tubuh Polri.

Kalau ada anggapan Komisioner KPK hebat-hebat, mungkin iya. Namun sesungguhnya, yang jauh lebih hebat adalah para penyidik Polri yang berada dan bertugas di KPK. Mereka berani membongkar borok kesatuan dan kelakuan buruk para perwira tingginya.

Setidaknya, mereka adalah para idealis yang ingin menyaksikan institusi Polri ke depan, menjadi lebih baik, bebas dari praktik gratifikasi. Lebih-lebih bebas dari kebiasaan upeti junior ke senior, ataupun upeti bawahan ke pimpinan. Belum lagi promosi jabatan yang menjadi sebuah transaksi.

Peliknya perseteruan KPK dan Polri seharusnya juga mengharuskan Presiden RI Joko Widodo untuk bersikap tegas. Tidak mengambang. Namun nyatanya, pernyataan presiden terkesan sangat normatif dan sekadar berpidato sebagai presiden dan meminta para pihak yang terlibat perseteruan untuk “perang terbuka” (baca: bertindak transparan, Red). Sama-sama membuka fakta dan data yang dipunyai agar kasusnya terang benderang.

Mungkinkah pula presiden tetap ingin mempertahankan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri sebagai balas jasa atas perjuangan dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2014 lalu? Ataukah mungkin pula karena faktor KK(Nepotisme) dan unsur kedekatan sesama orang Solo? Atau kabar liar yang beredar di masyarakat, Pak Joko Widodo tidak kuasa menolak “titipan” ketua umum partai pengusungnya?

Bagaimanapun, sebagai masyarakat, kita tentu sama-sama ingin KPK dan Polri menjadi institusi penegakan hukum antikorupsi yang benar-benar kuat, hebat, terhormat, dan bermartabat. Terlepas dari sisi personal dan oknum yang berada di dalamnya adalah juga manusia yang sama-sama (tentu) memiliki sisi kesalahan dan kekhilafan, serta ambisi pribadi?

Meski begitu, kita menantikan akhir damai dari sebuah perseteruan yang tidak lagi hanya sekadar persoalan hukum, tetapi juga sudah mengarah ke politik dan politisasi KPK dan Polri. Kita pula berharap presiden benar-benar menjadi penentu wibawa negeri.

Sumber :
http://kaltengpos.web.id/berita/detail/16079/menanti-akhir-seteru.html

Kamis, 05 Februari 2015

Teknologi Pencarian Black Box

Sonar adalah suatu metode memanfaatkan perambatan suara di dalam air untuk mengetahui keberadaan obyek di bawah permukaan air. Secara garis besar sistem kerja sebuah peralatan sonar adalah mengeluarkan sumber bunyi yang akan menyebar di dalam air.
Bunyi ini akan dipantulkan obyek di dalam air dan diterima kembali sistem sonar tersebut. Berdasarkan penghitungan kecepatan perambatan suara di dalam air maka letak obyek dalam air dapat diketahui jaraknya dari sumber suara.
Pada peralatan sonar yang lebih canggih tak hanya keberadaan obyek, bentuk fisik atau bahan pembentuk obyek juga dapat diketahui.
Teknologi sonar kini dipakai untuk mendeteksi keberadaan kotak hitam dan puing pesawat AirAsia QZ8501. Gelombang suara yang dipantulkan sonar akan menyebar di dalam air dan mencari keberadaan obyek yaitu pesawat AirAsia QZ 8501.
Teknologi sonar sebelumnya juga digunakan mencari keberadaan pesawat Malaysia MH 370 yang hilang pada Maret 2014 lalu. Selama ini sonar telah dipergunakan untuk mendeteksi kapal selam, ranjau di kedalaman air, penangkapan ikan secara komersil, serta keselamatan dan komunikasi di bawah laut.
Sumber :

Pro & Kontra Tiket Pesawat Murah

Apakah ada jaminan tiket mahal, penumpang pasti selamat? Terbukti Garuda, Singapore Airlines, Air France, Japanese Airlines pernah mengalami kecelakaan. Nasib penumpang tidak tergantung pada tiket mahal atau murah. Jika tiket murah, apakah faktor keselamatan menjadi murahan juga?
Bagaimana dong logikanya, murah kok minta selamat. Apalagi sekarang dolar sudah mahal. Itulah berbagai pernyataan di media sosial yang menunjukkan pro-kontra atas kebijakan Kementerian Perhubungan berupa perubahan penetapan batas bawah harga tiket penerbangan.
Muhammad Alwi, direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, menyatakan kebijakan baru melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 91 Tahun 2014 itu membuat tak ada lagi harga tiket di bawah Rp 500.000. Kebijakan baru Menteri Perhubungan Ignasius Jonan itu jelas mengagetkan publik, yang selama ini menikmati penerbangan dengan tarif di bawah Rp 500.000. Bahkan banyak juga yang di bawah Rp 400.000. Dengan tiket berharga terjangkau itu, bandar udara (bandara) besar di Tanah Air menjadi hiruk-pikuk oleh keramaian calon penumpang. Atau, disesaki orang-orang yang baru tiba dengan penerbangan bertarif murah.
Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Kota Tangerang, juga masuk daftar 10 bandara tersibuk di dunia. Itu bisa terjadi karena masyarakat yang sebelumnya tak berpikir bisa naik pesawat, kini bisa mewujudkan keinginan mereka.
Gejala itu dipotret sebuah maskapai penerbangan kategori low cost carrier (LCC), yang mengusung semboyan ”Everyone Can Fly”. Karena itu, banyak orang kecewa atas kemunculan kebijakan yang memberatkan mereka. Kebijakan itu muncul setelah terjadi kecelakan pesawat Air Asia QZ8501, baru-baru ini. Pihak yang kecewa menilai, kebijakan itu mengambinghitamkan tiket murah setelah terjadi kecelakaan terhadap Air Asia yang masuk kategori LCC.
Kebijakan baru itu juga seakan-akan menyeret publik ke adagium lama bahwa sesuatu yang murah identik dengan asalasalan, yang berujung pada ketidakselamatan. Pada berbagai kesempatan Jonan menyatakan pada prinsipnya lewat kebijakan baru itu, pemerintah membantu ”ruang keuangan” yang cukup untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan, standar keselamatan dan pelayanan.
Adalah logis perawatan pesawat, termasuk harga suku cadang yang dipengaruhi oleh nilai dolar AS karena harus impor, menjadikan biaya komponen lebih mahal. Faktanya, kini banyak harga tiket penerbangan lebih murah dibandingkan dengan harga tiket kereta api kelas eksekutif. Jonan membandingkan harga tiket kereta api rute Jakarta- Surabaya dan Jakarta-Yogyakarta yang kini sama, bahkan lebih mahal ketimbang harga tiket pesawat.
Padahal, biaya perawatan pesawat lebih mahal dan risiko yang dihadapi lebih tinggi. Masih Untung Namun argumentasi Jonan tak sepenuhnya dapat diterima. Sebab, maskapai penerbangan LCC bertarif terjangkau atau murah pun masih untung. Pasar LCC di Indonesia pun tumbuh sangat pesat. Orang yang semula naik kereta api eksekutif pun mulai berpaling ke penerbangan LCC. Mereka mempertimbangkan kecepatan waktu tempuh dan keekonomisan kereta api bila berpegang pada prinsip waktu adalah uang. Faktor kekurangnyamanan hanya dalam waktu satu jam penerbangan bukan kendala bagi kebanyakan orang. Salah satu kritik datang dari Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana.
Dia mengemukakan pemberian izin operasi maskapai penerbangan melayani rute dan menjual tiket dengan harga relatif murah, jelas menunjukkan maskapai bersangkutan telah memenuhi berbagai prosedur yang ditetapkan pemerintah. Tentu dalam pemberian izin itu pemerintah tidak akan mengabaikan faktor keselamatan.
Bila dalam proses sebuah maskapai diketahui tak bisa memenuhi syarat keselamatan, tidak mungkin diberi izin. Jadi selama ini LCC yang telah membantu rakyat memenuhi kebutuhan transportasi yang cepat dan harga terjangkau tidak masalah lagi dalam hal keselamatan. Maka membenturkan tarif murah dan keselamatan bukan langkah yang tepat, kecuali terbukti pemenuhan syarat faktor keselamatan maskapai LCC selama ini bisa dijualbelikan oleh oknum aparat pemerintah yang berwenang di bidang itu. Dari berbagai argumentasi itu, kita patut menduga dan curiga berkait dengan banyak hal. Pertama, benarkah selama ini tarif penerbangan murah tidak bisa mengatasi biaya keselamatan?
Bila itu terjadi, berarti selama ini izin yang diberikan berdasar proses abal-abal, yang mengabaikan faktor keselamatan. Kedua, benarkah kebijakan itu merupakan upaya pemerintah menyelamatkan transportasi darat dan laut yang berpotensi terdesak oleh bisnis LCC yang tumbuh sangat pesat?
Sehingga bahkan sampai mengundang pemain asing untuk berkiprah memberikan jasa layanan kepada rakyat Indonesia. Lalu, kecelakaan terhadap Air Asia digunakan sebagai pintu masuk untuk menyelamatkan transportasi darat dan laut. Kita tentu berharap segera memperoleh jawaban atas kondisi yang sebenarnya.
Sumber :